TIDUR adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan berperan vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai. Tidur terlalu lama (oversleeping) bisa jadi pertanda hadirnya gangguan yang berhubungan dengan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental.

Beberapa riset mencatat bahwa oversleeping berkaitan dengan problem kesehatan termasuk diabetes, penyakit jantung dan bahkan peningkatan risiko kematian. Namun begitu, para ahli menekankan dengan hati-hati bahwa ada dua faktor yang berkaitan erat dengan masalah oversleeping, yaitu depresi dan rendahnya status sosial ekonomi.

Kedua  faktor itu mungkin pula menjadi alasan atau latar belakang timbulnya efek negatif  terhadap kesehatan. Misalnya, masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah cenderung kesulitan memperoleh akses layanan kesehatan selain juga lebih sulit terdeteksi secara dini penyakitnya terutama yang berkaitan dengan oversleeping.

Bilamana Anda oversleeping?
Jumlah atau durasi tidur yang dibutuhkan setiap orang tentu berbeda secara signifikan dan bervariasi sepanjang masa hidup. Hal ini sangat tergantung dari usia dan tingkat aktivitas, kesehatan secara umum, dan gaya hidup (lifestyle).

Misalnya, ketika Anda menghadapi stres atau sakit, kebutuhan tidur mungkin akan terasa meningkat dari biasanya. Tetapi meskipun kebutuhan tidur berbeda pada setiap orang dan berubah dari waktu ke waktu, para ahli pada umumnya merekomendasikan bahwa orang dewasa membutuhkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Pada mereka yang menderita hipersomnia, tidur yang berlebihan adalah suatu gangguan atau kelainan medis. Kondisi ini menyebabkan seseorang menderita akibat rasa kantuk yang berat atau berlebihan sepanjang hari, yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang.

Hipersomnia juga menyebabkan mereka tertidur untuk jangka waktu yang lama pada malam hari. Kebanyakan penderita hipersomnia mengalami gejala-gejala seperti kecemasan, lemas tidak bertenaga,dan mengalami gangguan ingatan sebagai akibat dari dorongan yang hampir konstan untuk tidur.

Lain halnya dengan hipersomnia, ada pula gangguan yang justru menyebabkan seseorang menjadi kekurangan tidur. Gangguan ini disebut sleep apnea obstruktif atau kelainan yang menyebabkan seseorang berhenti bernafas untuk sesaat sehingga mereka sering terjaga dari tidurnya. Gangguan ini juga dapat meningkatkan kebutuhan orang untuk tidur karena siklus normal tidur penderita menjadi  kacau atau tak beraturan.

Tentu saja, tak semua orang yang tidur berlebihan mengalami gangguan atau kelainan tidur. Penyebab lain yang mungkin dari oversleeping juga bisa berasal dari konsumi sejenis zat tertentu seperti  alkohol dan sejumlah obat-obatan. Kondisi medis lainnya seperti depresi juga dapat menyebabkan seseorang menjadi kelebihan tidur. Selain itu, memang ada beberapa orang yang memang menikmati tidur dalam waktu cukup lama.

Jika Anda tidur setiap malam melebihi rata-rata tujuh atau delapan jam sehari, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.  Pemeriksaan akan membantu Anda menemukan penyebab mengapa Anda tidur berlebihan.  Jika  oversleeping disebabkan penggunaan alkohol atau obat-obatan, keputusan  untuk mengurangi atau meningggalkan konsumsi zat-zat ini mungkin dapat membantu. Hal sama juga berlaku, apabila oversleeping disebabkan kondisi atau gangguan penyakit, pengobatan yang tepat akan membantu Anda kembali ke siklus tidur yang normal.

Hal lain yang dapat dilakukan bila Anda merasa oversleeping adalah melatih kebiasaan tidur yang sehat antara tujuh hingga delapan jam setiap malam.  Para ahli merekomendasikan untuk selalu menjaga dan mempertahankan jadwal waktu tidur dan bangun pagi setiap hari . Hidari pula penggunaan kafein dan alkohol sebelum waktu tidur. Berolahragalah secara teratur dan membuat tempat tidur selalu nyaman yang membuat tidur menjadi kondusif  sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan tidur setiap hari.

Kondisi medis berkaitan dengan oversleeping

Diabetes. Riset di  AS  melibatkan ribuan partisipan menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar mengidap diabetes ketimbang mereka yang tidur tujuh jam setiap malam.  Peningkatan risiko ini  juga tampak pada mereka yang tidur kurang dari lima jam. Peneliti mengindikasikan oversleeping dapat menjadi kondisi yang meningkatkan risiko diabetes.

Obesitas. Tidur terlalu lama juga dapat membuat berat badan Anda berlebihan.  Sebuah riset menunjukan mereka yang tidur selama sembilan hingga 10 jam setiap malam 21 persen berisiko lebih besar mengalami obesitas dalam kurun waktu enam tahun ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam.

Sakit kepala. Untuk mereka yang rentan sekit kepala, tidur lebih lama dari biasanya pada saat weekend atau liburan dapat menimbulkan rasa sakit pada kepala. Para ahli percaya bahwa oversleeping berpengaruh pada neurotransmitter tertentu dalam otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang hari dan mengacaukan pola tidur malamnya juga terbukti sering mengalami sakit kepala pada pagi hari.

Sakit punggung. Ada kalanya dokter menyarankan Anda untuk lebih rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung . Anda juga perlu membatasi program latihan ketika mengalami sakit  punggung sehingga saran ini tentu membuat waktu tidur menjadi bertambah. Namun para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

Depresi. Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi ketimbang oversleeping,  sekitar 15 persen penderita depresi mengalami tidur yang berlebihan.  Inilah yang diduga membuat depresi semakin buruk karena kebiasan tidur yang teratur sangat penting dalam proses pemulihan.

Penyakit jantung Riset Nurses’ Health yang melibatkan  72.000 wanita menunjukkan wanita yang tidur 9 hingga 11 jam setiap malam 38 persen berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tidur delapan jam. Penelitian ini tidak mengungkap alasan akan hubungan antara oversleeping dengan sakit jantung.

Kematian. Banyak riset mengungkapkan bahwa mereka yang tidur sembilan jam atau lebih  di malam hari secara signifikan memiliki rata-rata kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status sosialekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.

Leave a comment »

Vitamin, Tak Mempan Gempur Kanker

VITAMIN C dan E dikatakan tidak mempan menurunkan risiko kanker prostat. Demikian dua penelitian besar yang berlangsung di Amerika Serikat menyimpulkan.

Meski tetap menyebutkan bahwa konsumsi suplemen ini bermanfaat, memberi efek positif bagi kesehatan, kedua penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal American Medical Association yang melibatkan 35.533 pria dan 15.000 dokter ini tidak membuktikan bahwa suplemen ini mampu mengurangi risiko kankter.

Sejumlah penelitian menyarankan bahwa konsumsi vitamin dapat mengurangi risiko kanker tertentu dengan meningkatkan manfaat antioksidan yang bekerja meminimalisasi kerusakan jaringan. Namun hasilnya tercampur.

Penelitian terakhir dirancang untuk mendapatkan hasil definitif dengan melibatkan sukarelawan dalam jumlah banyak. Dalam penelitian pertama, para ilmuwan dari Universitas Texas dan Cleveland Clinic Lerner College of Medicine memberi para pria mineral selenium, vitamin E, atau pil plasebo.

Tim ini bermaksud memonitor seluruh peserta pria ini selama kurang lebih tujuh tahun namun penelitian terhenti awal karena hasilnya begitu mengecewakan. Para ilmuwan menemukan bahwa tidak ada perbedaan secara berarti atas jumlah pria yang menderita kanker prostat dalam empat kelompok.

Dalam semua kasus, proporsi pria yang terdiagnosa kanker prostat selama periode lebih dari lima tahun mencapai 4 hingga 5 persen.
Dalam penelitian kedua, para ilmuwan di Boston Brigham dan Women’s Hospital mencoba menguji efek suplementasi vitamin E dan C secara teratur pada penderita kanker di antara 14.641 dokter laki-laki.

Selama lebih dari delapan tahun, konsumsi vitamin E dikatakan tidak memberi efek baik bagi kanker prostat maupun kanker pada umumnya. Vitamin C bahkan dikatakan tidak memberi efek secara berarti.

Dr. Jodie Moffat, Seorang periset kanker di Inggris mengungkapkan, “Ada banyak penelitian yang mencari tahu apakah suplementasi vitamin dan mineral dapat mengurangi risik kanker. Namun kebanyakan dari penelitian itu, seperti yang ini, tidak memberi bukti.”

Suplemen tidak menggantikan diet sehat, bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi ini bisa jadi meningkatkan risiko kanker.

Dia menambahkan bahwa mengonsumsi makanan kaya sayur dan buah masih merupakan cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral. John Neate, dari The Prostate Cancer Charity mengambarkan temuan ini sebagai sesuatu hal yang ‘mengecewakan.’

“Diet kelihatan penting dalam proses pengobatan kanker prostat dan kami merekomendasikan agar penderita mengurangi konsumsi sejumlah lemah jenuh, menjaga berat badan dan meningkatkan konsumsi buah dan sayur,” ujarnya.

Dr. Pamela Mason, penasihat ilmiah Health Supplements Information Service mengatakan, ketiga nutrisi ini sangat esensial bagi kesehatan manusia. Namun dia menambahkan,”Vitamin dan elemen-elemen sejenis tidak dimaksud sebagai obat. Bahan-bahan ini dimaksud hanya untuk memelihara kesehatan.”

Riset yang dipublikasi awal tahun ini menyebutkan suplementasi vitamin C mungkin secara substansial mengurangi manfaat peran obat-obat anti kanker.

Leave a comment »

Zat Besi, Cukup 8 Mg Setiap Hari

MESKI kita perlukan, zat besi jangan sampai dikonsumsi berlebihan, apalagi untuk para wanita yang sudah menopause. Bahkan untuk mereka, konsumsi zat besi sebaiknya dihentikan. Demikian diungkapkan dalam Jurnal Neurologi.

Konsumsi zat besi, bila berlebihan, dapat meningkatkan risiko sakit jantung, kanker lever, dan menurut penelitian terbaru justru memicu timbulnya penyakit parkinson.

Konsumsi terbaik setiap harinya, tidak boleh lebih dari 8 miligram sehari atau sekitar secangkir ata seperempat mangkuk bayam yang sudah dimasak.

Leave a comment »

Zinc, Mineral Peningkat Kekebalan Tubuh

ZINC jarang dibicarakan meskipun sama pentingnya dengan mineral lain yang dibutuhkan tubuh. Zinc membantu pertumbuhan manusia dan meningkatkan imunitas. Tanpa zinc, ratusan enzim dalam tubuh tidak bisa berfungsi.

Zinc yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai seng, dan dalam ilmu kimia dilambangkan dengan Zn, merupakan mineral penting yang terdapat dalam semua sel tubuh mahluk hidup, termasuk tubuh manusia. Lebih dari 300 macam enzim di dalam tubuh manusia memerlukan zinc sebagai kofaktor untuk menjamin optimasi fungsinya.

Tanpa kehadiran zinc, semua enzim tersebut akan mogok kerja. Dapat dibayangkan apa yang bakal terjadi jika pemogokan besar-besaran pasukan enzim tersebut benar-benar terjadi.

Beberapa bukti ilmiah menunjukkan bahwa banyak penduduk yang masih menderita defisiensi zinc. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya sistem imunitas (kekebalan) tubuh seseorang sehingga menjadi sangat mudah terserang berbagai penyakit (Smith, 1988).

Zinc memiliki sebutan sebagai mineral penyembuh yang sangat mendukung fungsi sistem imunitas tubuh. Telah diteliti bahwa kecepatan penyembuhan luka lebih tinggi pada pasien yang tercukupi kebutuhan zinc-nya.

Oleh karena itu, direkomendasikan agar pasien diberi zinc dalam jumlah cukup pada saat pra dan pasca operasi. Terapi zinc juga sudah direkomendasikan bagi pasien yang menderita infeksi pernapasan, luka bakar, pembedahan, berbagai luka traumatis akibat kecelakaan, dan penyakit lain yang sangat membutuhkan kinerja penyembuhan yang baik.

Defisiensi zinc juga diduga sebagai komponen zat gizi utama yang berperan dalam penghambatan proses pertumbuhan dan pematangan seksualitas. Secara biokimia, zinc terlibat dalam biosintesis DNA (asam deoksiribonukleat) dan diduga sebagai aktivator enzim kolagen sintetase, yaitu suatu enzim yang berperan dalam biosintesis kolagen dan meningkatkan perbaikan jaringan (www.1uphealth.com).

Jumlah yang Dibutuhkan
Zinc adalah mineral esensial yang ditemukan pada hampir semua sel. Zinc dapat menstimulasi aktivitas 100 macam enzim dan terlibat sebagai kofaktor pada 200 jenis enzim lainnya. Zinc dinyatakan sebagai mineral yang berperan untuk meningkatkan reaksi biokimia di dalam tubuh. Mineral ini mendukung kinerja sistem imun yang diperlukan dalam penyembuhan luka, membantu memelihara fungsi indra penciuman dan pengecap, serta dibutuhkan dalam sintesis DNA. Zinc juga turut mendukung pertumbuhan yang normal selama kehamilan, masa kanak-kanak, dan dewasa.

Sumber Zinc
Zinc terdapat pada berbagai jenis bahan pangan. Tiram mengandung zinc dalam jumlah terbesar per takaran sajinya. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, daging dan unggas memenuhi mayoritas kebutuhan zinc karena lebih sering dikonsumsi. Sumber-sumber zinc lain yang dapat dikonsumsi adalah biji-bijian, kacang-kacangan, makanan laut, gandum-ganduman dan produk-produk susu.

Di dalam tubuh, sistem penyerapan zinc yang berasal dari sumber hewani berlangsung lebih baik daripada yang berasal dari bahan nabati. Penyebab utama penghambatan penyerapan zinc dari bahan nabati adalah tingginya kadar asam fitat dalam gandum-ganduman, serealia, kacang-kacangan dan sebagainya. Asam fitat dapat bertindak sebagai antinutrisi, yang mekanisme kerjanya adalah menghambat penyerapan zinc dari bahan nabati.

Panduan diet Amerika tahun 2000 telah menyarankan pola konsumsi gizi seimbang untuk memenuhi segala kebutuhan gizi tubuh. Tidak ada satu pun jenis pangan atau makanan yang mengandung seluruh zat bergizi yang berguna bagi tubuh.

Dalam kaitannya dengan zinc, kombinasi konsumsi daging, unggas, makanan laut, gandum-ganduman, polong-polongan kering, kacang-kacangan, dan sereal yang telah difortifikasi merupakan pilihan yang paling baik.

Hati-Hati Vegetarian
Defisiensi zinc dapat terjadi apabila asupan zinc ke dalam tubuh tidak memenuhi kebutuhan harian tubuh. Sebab lain, daya cerna zinc yang buruk akibat kehadiran asam fitat sebagai antinutrisi. Penyerapan zinc juga diatur secara homeostatis, yaitu meningkat penyerapannya di saat tubuh mengalami defisiensi, dan menurun jika konsumsinya berlebih.

Gejala-gejala defisiensi zinc adalah keterbelakangan pertumbuhan, kerontokan rambut, diare, penundaan pematangan seksual (hipogonadism), impotensi, ruam-ruam pada mata dan kulit (dermatitis) serta kehilangan selera makan. Gejala lainnya yang juga ditemukan adalah penurunan berat badan, masa penyembuhan luka yang lambat, abnormalitas indra penciuman dan pengecap akibat parakeratosis (penebalan ujung saraf sehingga tidak sensitif), serta kelesuan mental.

Seseorang sering sekali tidak menyadari kalau dirinya mengalami defisiensi zinc. Hal tersebut disebabkan tidak spesifiknya gejala-gejala yang ditimbulkan oleh defisiensi zinc. Gejala-gejala yang sama juga bisa disebabkan oleh kekurangan zat-zat gizi lainnya. Kelemahan lainnya adalah tidak tersedianya suatu metode khusus yang dapat mendeteksi defisiensi dan status gizi zinc pada manusia.

Sebagai generalisasi, umumnya dokter akan menganjurkan konsumsi suplemen zinc pada penderita kekurangan energi, peminum alkohol berat, penderita penyakit saluran pencernaan, serta pertumbuhan abnormal pada balita dan anak-anak. Anjuran konsumsi diberikan sebagai antisipasi terhadap terjadinya defisiensi zinc.

Vegetarian umumnya membutuhkan zinc dalam jumlah 50 persen lebih besar daripada kebutuhan zinc nonvegetarian. Hal ini mengacu kembali pada kandungan zat-zat antinutrisi bahan pangan nabati yang dapat menghambat proses penyerapan zinc dari jumlah yang dikonsumsi. Oleh karena itu, pada vegetarian sangat dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen zinc.

Defisiensi zinc selama kehamilan dapat mengakibatkan pertumbuhan fetus yang lambat. Suplementasi zinc dapat memberikan antisipasi yang baik jika diberikan pada anak-anak yang memperlihatkan gejala keterbelakangan pertumbuhan yang belum terlalu parah. ASI tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan harian zinc pada balita usia 7-12 bulan.

Oleh karena itu, anak sebaiknya diberikan juga makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) yang kaya zinc. Sebaliknya, ibu menyusui juga harus memenuhi kebutuhan zinc secara tepat, baik dari bahan pangan alami maupun suplemen.

Kelompok lain yang juga rentan terhadap defisiensi zinc adalah peminum alkohol. Sekitar 30-50 persen peminum alkohol berat umumnya menderita defisiensi zinc. Peminum alkohol umumnya memiliki daya cerna dan daya serap yang rendah terhadap zinc.

Oleh karena itu, umumnya zinc dalam jumlah besar akan ditemukan pada urin peminum alkohol (Smith, 1988). Defisiensi zinc pada peminum alkohol akan diperparah dengan kondisi umum mereka yang jarang mengasup makanan dengan kandungan gizi seimbang. Sebagian besar kebutuhan energi mereka terpenuhi dari alkohol.

Kondisi tubuh lain yang dapat meningkatkan status defisiensi zinc adalah diare. Apabila seseorang menderita diare, kemungkinannya untuk mengalami defisiensi zinc menjadi lebih besar. Pada kasus diare, daya cerna zinc menurun sehingga menjadi lebih banyak yang dikeluarkan dari tubuh. Kondisi pascapembedahan, terutama pembedahan pada saluran pencernaan (usus buntu, penyakit Crohn), juga meningkatkan risiko defisiensi zinc.

Leave a comment »

Yang Tak Boleh Ditinggalkan Pengidap Kanker

Di tengah rutinitas jadwal kemoterapi dan kunjungan kerabat serta rekan kerja yang seolah tak pernah berhenti, para penderita kanker sering melupakan dua hal sederhana ini. Perasaan bahagia dan semangat untuk hidup.

Padahal, menurut Dr Aru Wisaksono Sudoyo dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI), perasaan bahagia dan semangat untuk hidup berpengaruh besar terhadap ketahanannya dalam menjalankan sisa hidup penderita.

“Mereka yang bersikap positif itu memang berpengaruh besar terhadap survival-nya karena dia memang akan selalu berusaha untuk hidup, mencari kegiatan sehingga dia jadi mau makan lebih banyak. Lalu kegiatan badannya menjadi lebih bagus,” tutur Aru seusai acara Patients Gathering II Indonesian Ostomy Association (InOA) dan YKI di Hotel Le Meridien, Sabtu (20/6).

Langkah utama yang menentukan adalah rasa penerimaan diri mereka. Para penderita harus mampu menerima kanker yang ada dalam tubuhnya sebagai bagian dari dirinya dan melakukan yang terbaik untuk mengalahkan itu.

Berdasarkan pengalamannya, Dr Aru mendapati bahwa penderita yang sejak awal sudah sulit menerima penyakitnya dan memiliki resistensi serta penyesalan menunjukkan efek samping kemoterapi yang lebih hebat.

Misalnya, muntah-muntah lebih hebat. Dr Lula Kamal juga membenarkan pendapat Dr Aru. Bagi dr Lula, pekerjaan yang paling melelahkan bagi dokter yang menghadapi penderita kanker sebenarnya adalah menggenjot semangat penderita.

“Karena ketika mereka sakit pasti down. Padahal, harusnya mereka bisa bersenang-senang, naik haji, beribadah dengan baik menikmati sisa waktu yang Tuhan berikan,” ujar Lula.

Di sini, keluarga juga memiliki peran yang besar dalam mentransfer perasaan bahagia dan semangat untuk hidup. Bukan menunjukkan rasa kasihan yang berlebihan.

Leave a comment »

Waspada, Bila Tidur Anda Berlebihan!

TIDUR adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan berperan vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai. Tidur terlalu lama (oversleeping) bisa jadi pertanda hadirnya gangguan yang berhubungan dengan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental.

Beberapa riset mencatat bahwa oversleeping berkaitan dengan problem kesehatan termasuk diabetes, penyakit jantung dan bahkan peningkatan risiko kematian. Namun begitu, para ahli menekankan dengan hati-hati bahwa ada dua faktor yang berkaitan erat dengan masalah oversleeping, yaitu depresi dan rendahnya status sosial ekonomi.

Kedua  faktor itu mungkin pula menjadi alasan atau latar belakang timbulnya efek negatif  terhadap kesehatan. Misalnya, masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah cenderung kesulitan memperoleh akses layanan kesehatan selain juga lebih sulit terdeteksi secara dini penyakitnya terutama yang berkaitan dengan oversleeping.

Bilamana Anda oversleeping?
Jumlah atau durasi tidur yang dibutuhkan setiap orang tentu berbeda secara signifikan dan bervariasi sepanjang masa hidup. Hal ini sangat tergantung dari usia dan tingkat aktivitas, kesehatan secara umum, dan gaya hidup (lifestyle).

Misalnya, ketika Anda menghadapi stres atau sakit, kebutuhan tidur mungkin akan terasa meningkat dari biasanya. Tetapi meskipun kebutuhan tidur berbeda pada setiap orang dan berubah dari waktu ke waktu, para ahli pada umumnya merekomendasikan bahwa orang dewasa membutuhkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Pada mereka yang menderita hipersomnia, tidur yang berlebihan adalah suatu gangguan atau kelainan medis. Kondisi ini menyebabkan seseorang menderita akibat rasa kantuk yang berat atau berlebihan sepanjang hari, yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang.

Hipersomnia juga menyebabkan mereka tertidur untuk jangka waktu yang lama pada malam hari. Kebanyakan penderita hipersomnia mengalami gejala-gejala seperti kecemasan, lemas tidak bertenaga,dan mengalami gangguan ingatan sebagai akibat dari dorongan yang hampir konstan untuk tidur.

Lain halnya dengan hipersomnia, ada pula gangguan yang justru menyebabkan seseorang menjadi kekurangan tidur. Gangguan ini disebut sleep apnea obstruktif atau kelainan yang menyebabkan seseorang berhenti bernafas untuk sesaat sehingga mereka sering terjaga dari tidurnya. Gangguan ini juga dapat meningkatkan kebutuhan orang untuk tidur karena siklus normal tidur penderita menjadi  kacau atau tak beraturan.

Tentu saja, tak semua orang yang tidur berlebihan mengalami gangguan atau kelainan tidur. Penyebab lain yang mungkin dari oversleeping juga bisa berasal dari konsumi sejenis zat tertentu seperti  alkohol dan sejumlah obat-obatan. Kondisi medis lainnya seperti depresi juga dapat menyebabkan seseorang menjadi kelebihan tidur. Selain itu, memang ada beberapa orang yang memang menikmati tidur dalam waktu cukup lama.

Jika Anda tidur setiap malam melebihi rata-rata tujuh atau delapan jam sehari, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.  Pemeriksaan akan membantu Anda menemukan penyebab mengapa Anda tidur berlebihan.  Jika  oversleeping disebabkan penggunaan alkohol atau obat-obatan, keputusan  untuk mengurangi atau meningggalkan konsumsi zat-zat ini mungkin dapat membantu. Hal sama juga berlaku, apabila oversleeping disebabkan kondisi atau gangguan penyakit, pengobatan yang tepat akan membantu Anda kembali ke siklus tidur yang normal.

Hal lain yang dapat dilakukan bila Anda merasa oversleeping adalah melatih kebiasaan tidur yang sehat antara tujuh hingga delapan jam setiap malam.  Para ahli merekomendasikan untuk selalu menjaga dan mempertahankan jadwal waktu tidur dan bangun pagi setiap hari . Hidari pula penggunaan kafein dan alkohol sebelum waktu tidur. Berolahragalah secara teratur dan membuat tempat tidur selalu nyaman yang membuat tidur menjadi kondusif  sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan tidur setiap hari.

Kondisi medis berkaitan dengan oversleeping

Diabetes. Riset di  AS  melibatkan ribuan partisipan menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar mengidap diabetes ketimbang mereka yang tidur tujuh jam setiap malam.  Peningkatan risiko ini  juga tampak pada mereka yang tidur kurang dari lima jam. Peneliti mengindikasikan oversleeping dapat menjadi kondisi yang meningkatkan risiko diabetes.

Obesitas. Tidur terlalu lama juga dapat membuat berat badan Anda berlebihan.  Sebuah riset menunjukan mereka yang tidur selama sembilan hingga 10 jam setiap malam 21 persen berisiko lebih besar mengalami obesitas dalam kurun waktu enam tahun ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam.

Sakit kepala. Untuk mereka yang rentan sekit kepala, tidur lebih lama dari biasanya pada saat weekend atau liburan dapat menimbulkan rasa sakit pada kepala. Para ahli percaya bahwa oversleeping berpengaruh pada neurotransmitter tertentu dalam otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang hari dan mengacaukan pola tidur malamnya juga terbukti sering mengalami sakit kepala pada pagi hari.

Sakit punggung. Ada kalanya dokter menyarankan Anda untuk lebih rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung . Anda juga perlu membatasi program latihan ketika mengalami sakit  punggung sehingga saran ini tentu membuat waktu tidur menjadi bertambah. Namun para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

Depresi. Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi ketimbang oversleeping,  sekitar 15 persen penderita depresi mengalami tidur yang berlebihan.  Inilah yang diduga membuat depresi semakin buruk karena kebiasan tidur yang teratur sangat penting dalam proses pemulihan.

Penyakit jantung Riset Nurses’ Health yang melibatkan  72.000 wanita menunjukkan wanita yang tidur 9 hingga 11 jam setiap malam 38 persen berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tidur delapan jam. Penelitian ini tidak mengungkap alasan akan hubungan antara oversleeping dengan sakit jantung.

Kematian. Banyak riset mengungkapkan bahwa mereka yang tidur sembilan jam atau lebih  di malam hari secara signifikan memiliki rata-rata kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status sosialekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.

TIDUR adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan berperan vital bagi kesehatan. Namun bila tidur sudah menjadi sesuatu yang dominan dalam aktivitas sehari-hari tentu harus diwaspadai. Tidur terlalu lama (oversleeping) bisa jadi pertanda hadirnya gangguan yang berhubungan dengan sejumlah penyakit baik fisik maupun mental.

Beberapa riset mencatat bahwa oversleeping berkaitan dengan problem kesehatan termasuk diabetes, penyakit jantung dan bahkan peningkatan risiko kematian. Namun begitu, para ahli menekankan dengan hati-hati bahwa ada dua faktor yang berkaitan erat dengan masalah oversleeping, yaitu depresi dan rendahnya status sosial ekonomi.

Kedua  faktor itu mungkin pula menjadi alasan atau latar belakang timbulnya efek negatif  terhadap kesehatan. Misalnya, masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah cenderung kesulitan memperoleh akses layanan kesehatan selain juga lebih sulit terdeteksi secara dini penyakitnya terutama yang berkaitan dengan oversleeping.

Bilamana Anda oversleeping?
Jumlah atau durasi tidur yang dibutuhkan setiap orang tentu berbeda secara signifikan dan bervariasi sepanjang masa hidup. Hal ini sangat tergantung dari usia dan tingkat aktivitas, kesehatan secara umum, dan gaya hidup (lifestyle).

Misalnya, ketika Anda menghadapi stres atau sakit, kebutuhan tidur mungkin akan terasa meningkat dari biasanya. Tetapi meskipun kebutuhan tidur berbeda pada setiap orang dan berubah dari waktu ke waktu, para ahli pada umumnya merekomendasikan bahwa orang dewasa membutuhkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Pada mereka yang menderita hipersomnia, tidur yang berlebihan adalah suatu gangguan atau kelainan medis. Kondisi ini menyebabkan seseorang menderita akibat rasa kantuk yang berat atau berlebihan sepanjang hari, yang biasanya tidak dapat diatasi dengan tidur siang.

Hipersomnia juga menyebabkan mereka tertidur untuk jangka waktu yang lama pada malam hari. Kebanyakan penderita hipersomnia mengalami gejala-gejala seperti kecemasan, lemas tidak bertenaga,dan mengalami gangguan ingatan sebagai akibat dari dorongan yang hampir konstan untuk tidur.

Lain halnya dengan hipersomnia, ada pula gangguan yang justru menyebabkan seseorang menjadi kekurangan tidur. Gangguan ini disebut sleep apnea obstruktif atau kelainan yang menyebabkan seseorang berhenti bernafas untuk sesaat sehingga mereka sering terjaga dari tidurnya. Gangguan ini juga dapat meningkatkan kebutuhan orang untuk tidur karena siklus normal tidur penderita menjadi  kacau atau tak beraturan.

Tentu saja, tak semua orang yang tidur berlebihan mengalami gangguan atau kelainan tidur. Penyebab lain yang mungkin dari oversleeping juga bisa berasal dari konsumi sejenis zat tertentu seperti  alkohol dan sejumlah obat-obatan. Kondisi medis lainnya seperti depresi juga dapat menyebabkan seseorang menjadi kelebihan tidur. Selain itu, memang ada beberapa orang yang memang menikmati tidur dalam waktu cukup lama.

Jika Anda tidur setiap malam melebihi rata-rata tujuh atau delapan jam sehari, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter.  Pemeriksaan akan membantu Anda menemukan penyebab mengapa Anda tidur berlebihan.  Jika  oversleeping disebabkan penggunaan alkohol atau obat-obatan, keputusan  untuk mengurangi atau meningggalkan konsumsi zat-zat ini mungkin dapat membantu. Hal sama juga berlaku, apabila oversleeping disebabkan kondisi atau gangguan penyakit, pengobatan yang tepat akan membantu Anda kembali ke siklus tidur yang normal.

Hal lain yang dapat dilakukan bila Anda merasa oversleeping adalah melatih kebiasaan tidur yang sehat antara tujuh hingga delapan jam setiap malam.  Para ahli merekomendasikan untuk selalu menjaga dan mempertahankan jadwal waktu tidur dan bangun pagi setiap hari . Hidari pula penggunaan kafein dan alkohol sebelum waktu tidur. Berolahragalah secara teratur dan membuat tempat tidur selalu nyaman yang membuat tidur menjadi kondusif  sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan tidur setiap hari.

Kondisi medis berkaitan dengan oversleeping

Diabetes. Riset di  AS  melibatkan ribuan partisipan menunjukkan adanya hubungan antara tidur dan risiko diabetes. Orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar mengidap diabetes ketimbang mereka yang tidur tujuh jam setiap malam.  Peningkatan risiko ini  juga tampak pada mereka yang tidur kurang dari lima jam. Peneliti mengindikasikan oversleeping dapat menjadi kondisi yang meningkatkan risiko diabetes.

Obesitas. Tidur terlalu lama juga dapat membuat berat badan Anda berlebihan.  Sebuah riset menunjukan mereka yang tidur selama sembilan hingga 10 jam setiap malam 21 persen berisiko lebih besar mengalami obesitas dalam kurun waktu enam tahun ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam.

Sakit kepala. Untuk mereka yang rentan sekit kepala, tidur lebih lama dari biasanya pada saat weekend atau liburan dapat menimbulkan rasa sakit pada kepala. Para ahli percaya bahwa oversleeping berpengaruh pada neurotransmitter tertentu dalam otak, termasuk serotonin. Orang yang tidur lama di siang hari dan mengacaukan pola tidur malamnya juga terbukti sering mengalami sakit kepala pada pagi hari.

Sakit punggung. Ada kalanya dokter menyarankan Anda untuk lebih rebahan di tempat tidur bila ada keluhan sakit punggung . Anda juga perlu membatasi program latihan ketika mengalami sakit  punggung sehingga saran ini tentu membuat waktu tidur menjadi bertambah. Namun para dokter sekarang telah menyadari pentingnya mempertahankan level aktivitas bagi kesehatan. Mereka bahkan merekomendasi untuk menghindari tidur lebih lama dari biasanya jika memungkinkan.

Depresi. Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi ketimbang oversleeping,  sekitar 15 persen penderita depresi mengalami tidur yang berlebihan.  Inilah yang diduga membuat depresi semakin buruk karena kebiasan tidur yang teratur sangat penting dalam proses pemulihan.

Penyakit jantung Riset Nurses’ Health yang melibatkan  72.000 wanita menunjukkan wanita yang tidur 9 hingga 11 jam setiap malam 38 persen berisiko lebih besar mengalami penyakit jantung koroner ketimbang mereka yang tidur delapan jam. Penelitian ini tidak mengungkap alasan akan hubungan antara oversleeping dengan sakit jantung.

Kematian. Banyak riset mengungkapkan bahwa mereka yang tidur sembilan jam atau lebih  di malam hari secara signifikan memiliki rata-rata kematian lebih tinggi ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidak ada alasan spesifik dari hubungan ini, namun peneliti menemukan bahwa depresi dan rendahnya status sosialekonomi berkaitan dengan tidur yang lebih lama. Mereka berspekulasi faktor-faktor ini berkaitan dengan peningkatan angka mortalitas pada orang yang tidur terlalu lama.

Leave a comment »

Susu Plus Cemilan, Solusi Tidur Nyenyak

JIKA semasa kecil, ibu Anda sering memberi segelas susu hangat sebelum tidur malam, ia memang mengerti apa yang Anda butuhkan . Susu merupakan minuman yang kaya nutrisi dan akan membuat Anda tidur lebih nyenyak dan tenang.

Nah, menurut spesialis kesehatan umum dari Mayo Clinic Kenneth Berge, M.D, susu dan produk turunannya memang bisa dijadikan solusi dalam membantu Anda tidur nyenyak. Susu adalah  salah satu sumber terbaik tryptophan, sejenis asam amino yang akan diubah  tubuh menjadi dua jenis hormon yang membantu tidur yakni  melatonin dan serotonin.  Jenis makanan lain yang mengandung tryptophan adalah oat, pisang, daging unggas dan kacang.

Untuk membantu serta memperbesar peluang tidur nyenyak, Kenneth Berge juga menyarankan untuk mengonsumsi cemilan ringan dan sehat dengan komposisi terbesar karbohidrat dan sedikit protein. Kombinasi karbohidrat tinggi dan sedikit protei ini diyakini akan meningkatkan kemampuan  tryptophan pada otak Anda, yang tentu membantu menghasilkan lebih banyak melatonin dan serotonin.

Berikut adalah contoh cemilan sehat yang membantu tidur :
* Semangkuk kecil oatmeal atau sereal dengan susu rendah lemak
* Yogurt dengan granola sprinkled
* Setengah porsi bagel atau crackers dengan selai kacang , 1 ons keju atau selembar deli turkey
* Irisan apel dengan 1 ons keju

Hindarilah terlalu banyak memakan protesin sebelum waktu tidur. Makanan yang kaya protein juga mengandung  tyrosine, asal amino yang merangsang aktivtas otak.

Makanan yang harus dihindari jelang tidur :
* Makanan berat dan gurih, terutama jika Anda rentan terhadap heatburn atau nyeri ulu hati dan kepanasan seperti ditusuk-tusuk. Makan terlalu banyak juga bisa membuat Anda tidak nyaman secara fisik ketika tidur.
* Jangan banyak minum.  Memasukkan banyak cairan ke dalam tubuh sebelum tidur akan membuat Anda bangun dan terjaga berulang kali karena harus ke kamar kecil .
* Alkohol. Meskipun awalnya akan membuat Anda ngantuk , alkohol dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak dan membuat Anda terjaga.
* Kafein. Layaknya stimulan, kafein meningkatkan aktivitas sistem syaraf Anda  yang menyebabkan Anda justru sulit tidur.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.